background

Pengabdian Masyarakat Fakultas Hukum

Serangkaian dengan kegiatan orientasi mahasiswa baru (Omaru) Universitas Dwijendra, Dekan FH Undwi Dr. A.A. Sagung Ngurah Indradewi, SH.,MH mengajak para mahasiswa baru melakukan penanaman 1000 pohon mangrove bersama kelompok nelayan wana sari di kampoeng kepiting Tuban, Bali. Hal ini berkaitan dengan salah satu pengamalan Tri Darma Perguruan Tinggi yaitu Pengabdian kepada masyarakat. Acara ini bertujuan mengenalkan mahasiswa khususnya mahasiswa baru fakultas hukum tentang arti penting memelihara / melestarikan mangrove. Ditambahkan bahwa kegiatan penanaman mangrove ini adalah kegiatan yang harus disadari secara bersama-sama sebagai amal dari Tri Hita Karana yaitu hubungan manusia dengan lingkungan / alam, kemudian dalam perspektif hukum, para mahasiswa diharapkan mampu untuk menambah wawasan dibidang hukum lingkungan, hukum adat, dan hukum bisnis. Ketua Kelompok Nelayan Wana Sari yaitu Bapak Made Sumasa, SH mengapresiasi langkah civitas akademika Fakultas Hukum Universitas Dwijendra yang sudah ikut menjaga dan melestarikan lingkungan, mengingat mangrove sebagai penghasil oksigen terbesar dan juga paru-paru dunia. Beliau menambahkan bahwa apabila mahasiswa ingin melakukan penelitian terkait dengan penulisan tugas akhir mengenai mangrove akan sangat siap untuk diberikan informasi yang selengkap-lengkapnya. Alumni Fakultas Hukum Universitas Dwijendra tahun 2018 ini berpesan kepada seluruh mahasiswa baru untuk selalu menjaga nama baik Fakultas dengan cara belajar dan bekerja yang sungguh-sungguh, terampil, kritis, rajin membaca artikel baik itu dari media cetak maupun online agar dapat menambah wawasan sehingga sebagai seorang sarjana hukum menjadi sarjana yang unggul dan sujana. Seorang sarjana saja tidak akan cukup menghadapi persaingan global tanpa memiliki sertifikasi kekhususan, maka dari itu alangkah baiknya jika setelah lulus menjadi sarjana mengikuti program Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) yang setiap tahunnya diadakan di Fakultas Hukum Universitas Dwijendra, ungkapnya sebagai penutup.